Alumni

 

 

Rahma Diana

Rahma Diana lahir di Padangpanjang, 23 Juni 1986. Tamat dari Prodi Seni Teater dengan minat Dramaturgi pada tahun 2010. Saat ini bekerja sebagai guru tetap di sebuah SMA IT Iqra milik Yayasan Al Fida Bengkulu dan juga adalah Ketua Divisi Teater Dewan Kesenian Kota Bengkulu.

“Di Prodi Seni Teater saya mendapatkan ilmu yang ditransfer oleh dosen-dosen yang bersahabat. Kekeluargaannya sangat tidak mampu saya lupakan. Prodi Seni Teater termasuk prodi langka sehingga membuat para lulusannya juga auto-langka. Prodi ini mencetak manusia-manusia hebat dengan karakter kuat. Tak hanya teori, lulusannya juga dibekali ilmu praktik yang memadai, menghargai kolektifitas, dan berguna tidak hanya di atas panggung tapi juga di dunia nyata. Hingga saat ini, saya masih ingin kembali ke Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang.”

________________

 

Cut Rosa Rahma Bulianti

Cut Rosa lahir di Aceh Barat pada tahun 1984 dan merupakan lulusan ISI Padangpanjang tahun 2007. Ia sendiri mengambil Minat Penyutradaraan di Prodi Seni Teater. Saat ini Cut Rosa mengabdikan dirinya sebagai Guru Seni Budaya di SMAN 1 Batanghari, Jambi. Ia juga mendirikan sebuah sanggar seni teater yang bernama Sanggar Lentera.

Cut Rosa merasa sangat bangga pernah menggali ilmu di Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang: “Saya serasa mendapat keluarga besar dengan berbagai karakter manusia yang memikat, seperti saudara meski tak sedarah, dan bersama-sama bergelut dengan praktik seni dan keilmuan yang menjadi ruang untuk saya membentuk jati diri. Sungguh pesona yang tidak akan ada habisnya di hati saya.”

Cut Rosa dapat dihubungi di:
Ig: rosa_ghadira

________________

 

Frisdo Ekardo

Frisdo, lahir 20 Juli Bukittinggi 1993, menamatkan pendidikan S-1 di Prodi Seni Teater ISI Padang Panjang dengan minat pemeranan tahun 2016. Melanjutkan pendidikan S-2 di Pasca Sarjana ISI Padangpanjang dan mendapatkan gelar Magister Penciptaan Seni Teater pada Tahun 2019. Saat ini menjadi dosen Prodi Seni Pertunjukan Universitas Negeri Medan.

“Prodi Seni Teater merupakan tempat pertama saya mengenal ilmu seni. Selama saya menjadi mahasiswa di Prodi Seni Teater, banyak dinamika yang saya alami. Pengalaman selama belajar di Prodi Seni Teater membuat saya memiliki banyak kesempatan membangun relasi dan melakukan perjumpaan kreatif dengan banyak orang. Ditemani dosen-dosen yang memiliki latar keilmuan di bidangnya, saya diajak untuk memahami dan selanjutnya didorong untuk mengaplikasikan ilmu teater di tengah masyarakat. Prodi Seni Teater telah membuat saya menjadi percaya diri dalam mengikuti berbagai kegiatan seni pertunjukan Indonesia.”

________________

 

Agib Rama Purwanto

Agib lahir pada September 1987 dan  merupakan alumnus Minat Pemeranan Prodi Seni Teater tamatan tahun 2012. Saat ini bekerja sebagai Acting-Coach di  dunia sinematografi secara freelance di Jakarta. “Satu hal yg membuat saya sangat bangga menjadi alumnus Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang adalah rasa kekeluargaannya yang harmonis dan tiada duanya.”

________________

Ilham Rifandi

Ilham Rifandi, biasa disapa Fandi,  Rifandi, biasa disapa Fandi, lahir di Padangpanjang. Tamat dari Prodi Seni Teater pada tahun 2016 dengan minat utama Pemeranan. Saat ini bekerja sebagai dosen di Prodi Seni Pertunjukan Universitas Negeri Medan serta menjadi perintis pendirian komunitas kecil bernama Bodhi Act Company di Kota Medan.

“Prodi Seni Teater menjejakkan kesan yang luar biasa dalam diri saya. Ada banyak pelajaran, kebersamaan, rasa kekeluargaan yang menjadi nafas dalam ruang-ruang akademiknya. Saya juga punya kenangan yang baik atas setiap diskusi-diskusi asyiknya setelah pertunjukan-pertunjukan yang ciamik. Intinya, berkuliah di Prodi Seni Teater mencerdaskan intelektual dan emosional. Besar harapan saya agar Prodi Seni Teater terus berkembang dan terus melahirkan orang-orang yang luar biasa. Viva Teater! Teater Jiwaku!”

________________

Nolly Medya Putra
Lahir di Bukittinggi pada tanggal 27 Februari 1987. Kuliah di Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang pada tahun 2005 dengan minat Penyutradaraan dan menamatkan studinya pada tahun 2010. Saat ini bekerja sebagi dosen di Universitas Muhammadiyah Riau, yang merupakan salah satu universitas favorit di kota Pekanbaru. Nolly juga bawah menjadi dosen terbang di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim Riau.

“Saya merasakan proses perkuliahan yang didasarkan pada prinsip interdisipliner keilmuan, dalam hal ini Teater tidak lagi dipandang sebagai dirinya sendiri tetapi juga terkait dengan cabang seni maupun disiplin ilmu yang lain. Selama saya kuliah, saya mendapatkan pembekalan dari dosen-dosen yang profesional tentang bagaimana membuat karya yang baik, mulai dari cara menafsirkan sebuah naskah lakon hingga menjadi sebuah pertunjukan yang layak ditonton. Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang adalah sebuah keunikan yang tidak dimiliki oleh prodi-prodi seni teater lainnya di Indonesia. Kuliah di prodi ini tidak hanya membuat saya mendapatkan ilmu dan skill yang sangat bermanfaat bagi kehidupan namun juga membantu saya untuk mengenali siapa diri saya sesungguhnya. Melalui seni teater, saya mampu menentukan arah dan tujuan hidup saya. Selain itu, saya juga meyakini bahwa banyak teman lain, yang juga belajar di prodi ini, tumbuh menjadi orang-orang sangat mencintai medium bernama teater ini serta berguna dalam kehidupan masyarakat. Bagi saya Teater itu tidak hanya sebatas seni, melainkan adalah sebuah ilmu tentang kehidupan, sebuah teknologi; dan teater adalah salah satu alat utamanya.”

________________

 

Dian Permata Sari
Lahir di kota Bukittingi, 11 Juni 1990. Selama berkuliah, perempuan yang menyukai warna hitam ini terlibat aktif pada banyak proses pertunjukan dan proses kreatif lainnya. “Pada tahun-tahun pertama berkuliah, saya di bekali pengetahuan artistik, crew panggung, belajar pegang palu, manjat stagger, pasang lampu, mengenal jenis-jenis lampu, cara mengoperasikan sound, menjadi master of ceremony, menjadi  stage manager, pimpinan produksi, sampai menjadi aktor.”

Ai menamatkan program sarjana dengan minat utama Dramaturgi tahun 2013. Masih di tahun yang sama Ai memperoleh kesempatan melanjutkan pendidika  pascasarjananya di ISI Yogyakarta dengan jalur beasiswa dan menamatkannya pada tahun 2015. Saat dihubungi Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI Aceh) untuk bertugas sebagai dosen di Prodi Seni Teater pada tahun kelulusannya itu, Ai tak berpikir lama untuk mengiyakannya. Tekad mengabdi dan berbagi pengetahuan membuat Ai berangkat menuju Aceh dan menjadi dosen hingga saat ini.

“Berkuliah di teater membentuk saya sebagai pribadi yang kuat dan yakin untuk terus berperan aktif dalam menggali seni pertunjukan khususnya teater di Indonesia. Belajar teater juga adalah belajar berkomunikasi dan berhubungan dengan orang banyak; berinteraksi dan membangun relasi; serta mengembangkan kereativitas, pemikiran, serta gagasan dalam bentuk sebuah produksi yang mengikutsertakan banyak orang. Dosen saya sering berkata bahwa “Belajar teater adalah belajar cara menghidupi diri sendiri. Jika kamu ingin hidup dengan berteater maka kenalilah dirimu dan bertahanlah.””

________________

Yuddy Kardi

Lahir di Padang, 1982, dan biasa dipanggil “Don”. Menyelesaikan perkuliahan di Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang pada tahun 2008 dengan minat Pemeranan. Saat ini menjadi guru untuk mata pelajaran Seni Budaya di SMKN 4 Jakarta dan juga mendirikan Ruang Belajar Teater Remaja yang diikuti oleh banyak pelajar Jakarta. “Banyak hal yang saya dapat dari kuliah di Prodi Seni Teater. Empat hal yang utama adalah kecerdasan intelektual, pembentukan karakter, jiwa kreatif, dan rasa kekeluargaan. Saya akan ingat hal itu seumur hidup saya.”

________________

 

RR Kristian Padmasari

Lahir di Magetan Jatim 17 Januari 1988 dan besar di Bengkulu. Memulai kuliah di Prodi Seni Teater pada tahun 2006 dan menggambil minat Pemeranan. Perempuan yang akrab disapa “Titin” ini merupakan lulusan pertama pada peralihan STSI Padangpanjang menjadi ISI Padangpanjang pada tahun 2010. Saat ini Kristian mengajar pelajaran seni dan ekstrakurikuler di Yayasan Al-Fahd National Plus Islamic School di Palembang, Sumatera Selatan. “Selama berkuliah di Prodi Seni Teater STSI/ISI Padangpanjang banyak pengalaman yang saya dapatkan sehingga saya bisa mengembangkan apa yang saya suka terkait dunia akting. Sungguh saya bahagia dengan perkuliahan yang seperti ini. Jiwa seni saya berkembang di kampus tercinta ini.”

________________

Susandro

Lahir di Tanjung Medan, Pesisir Selatan, 21 November 1988. Memulai kuliah di Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang pada tahun 2006 dan tamat pada tahun 2012 dengan minat utama Dramaturgi dengan tugas akhir Pengkajian Teater. Mendapatkan gelar Magister Seni pada tahun 2015 dari Program Paskasarjana ISI Yogyakarta. Di tahun yang sama dipercaya untuk mengajar di Prodi Seni Teater ISBI Aceh hingga sekarang dan sempat menjadi Ketua Prodi Seni Teater ISBI Aceh.

“Bagi saya, selama menjalani pendidikan di Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang, ada tiga hal besar yang saya dapat: cara berfikir, bersikap, dan bertindak. Tiga hal ini sangat penting bagi saya, terutama sebagai tuntunan hidup dengan harapan dapat bermanfaat bagi orang banyak.”

________________

 

Melfin Harahap

Lahir tahun 1982. Menamatkan minat Pemeranan di Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang tahun 2012. Saat ini bekerja di PT Asuransi Jiwa Manulife – Bank Danamon di Jakarta.
“Buat saya, dunia teater bukan hanya akting saja. Seni berbicara, menata argumentasi, dan cara meyakinkan orang lain juga bagian dari teater. Selain itu, yang terpenting, adalah rasa kekeluargaan, saling berbagi, dan saling dukung satu sama lain. Semua itu saya pelajari dari teater; bukan yang lain!”

________________

 

Surya Sahminaldi

Lahir tahun 1982, berbobot, dan seorang Event Organizer.

“Rendah hati, bergaul dengan banyak orang, dan jangan pandang remeh orang lain. Itu adalah apa yang saya pelajari dari rumah saya: Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang.”

________________

 

Nini Rakhmayuni

Perempuan yang biasa disapa “Karima” ini menamatkan perkuliahannya di tahun 2014, dengan minat akhir Penyutradaraan. Sempat menjadi guru mata pelajaran Seni Budaya dan Kewirausahaan di SMK YPTN Bangkinang. Setelah memiliki anak, Karima memilih menjadi pelatih seni lepas dan menekuni dunia sastra. Kini tulisan-tulisannya sudah dibukukan dalam beberapa antologi cerpen bersama para penulis nasional lainnya.

Bagi Karima, berkuliah di Prodi Teater adalah salah satu kesempatan istimewa, banyak ilmu baik secara pedagogi maupun empiris yang menjadi bekal untuk bisa masuk ke dalam lingkungan baru. Prodi Seni Teater sudah seperti rumah baginya, karena rasa kekeluargaan yang sangat kuat dan iklim kolektifnya yang memacu kreatifitas.

“Semoga ke depannya Prodi Seni Teater masih tetap mempertahankan budaya kekeluargaan sekalipun harus melawan kencangnya arus modernitas yang membuat banyak orang menjadi semakin individualis.”

________________

 

 

Martini

Mulai kuliah di Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang pada tahun 2000 dengan minat Penyutradaraan. Saat ini mengajar di SMAN 1 Kayutanam dan mendirikan Sanggar Seni Bunga Pakis. Buat Martini, pengalaman kuliah di Prodi Seni Teater merupakan pengalaman berharga yang membuatnya merasa lengkap menjadi manusia.

________________

 

Yandra Putera HS

Lahir di Koto Dalam 15 Januari 1982. Menamatkan studi Pemeranan di ISI Padangpanjang pada tahun 2008.
Meski sempat menjadi guru di beberapa sekolah menengah, pria yang akrab dipanggil “Ucok” ini sekarang bekerja sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang mendampingi program-program kesejahteraan sosial yang diselenggarakan oleh berbagai dinas dan instansi; mulai dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi, maupun Dinas Sosial Kabupaten. Selain itu Ucok juga bergerak mendirikan Sanggar Seni Serumpun Aur dan bergiat dengan tanaman hias di Pasaman.

“Buatku, teater adalah pelajaran yang mengantarkan diriku pada masa depan, menciptakan pribadi berjiwa sosial, dan mendorong manusia untuk saling menolong sesamanya.”

________________

 

Husin

Mulai kuliah di Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang tahun 2001 dan menyelesaikan studinya pada tahun 2007 dengan minat utama Dramaturgi. Lelaki yang terlahir kembar ini sempat mengajar di AKMR Pekanbaru, Riau, sebelum kemudian pindah ke beberapa kampus lain di kota yang sama. Saat ini namanya tercatat sebagai dosen luar biasa di FKIP Sendratasik UIR, FIKOM UMRI, dan FIKOM UIN. Disamping mengajar, Husin juga masih aktif berkesenian dan terlibat sebagai pengurus Asosiasi Seniman Riau (ASERI) dan juga kerap ikut aksi-aksi sosial dan kemanusiaan.

“Setamatnya saya dari S-1 dan S-2 di Padangpanjang, saya memang pergi. Tapi saya tak pernah bisa melupakan Padangpanjang dan Prodi Seni Teater. Ada banyak kisah di sana, ada banyak cinta di sana.”

 

________________

 

Suci Sulistia

Mulai kuliah di Prodi Seni Teater tahun 2008 dan selesai pada tahun 2012 dengan minat Pemeranan. Setelah menamatkan studinya, Suci bekerja sebagai guru seni untuk anak-anak usia dini pada salah satu yayasan milik kaum Tionghoa di kota Batam. Meski awalnya canggung, Suci akhirnya bisa menguasai bidang yang dipercayakan kepadanya itu. Di sekolah itu Ia mengajarkan drama-tari kepada anak-anak didiknya.

“Empat tahun belajar di Prodi Seni Teater sungguh membuat saya memahami arti integritas sebagai salah satu nilai penting yang harus saya bawa ke mana pun saya pergi. Latihan-latihan berat yang saya jalani di Padangpanjang melatih kesabaran dan ketegaran saya dalam hidup sejak saya tamat dan tinggal di Batam.”

 

_________________

 

Readci Rezeki

Lahir di Argamakmur Bengkulu Utara, 23 Februari 1985. Menamatkan pendidikannya di Prodi  Seni Teater tahun 2006 dengan minat utama Penulisan Lakon sebelum kemudian berubah menjadi Dramaturgi. Saat ini Kiki mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik jenjang SMA di Bengkulu Utara.

“Saya sangat bangga pernah menggenyam pendidikan di Prodi Seni Teater, yang dengannya membuat saya mengenal arti penting proses kreatif dan wawasan dalam berkarya. Saya dipertemukan dengan banyak penggerak seni yang berwawasan, intelek, serta penuh kesabaran dan dedikasi dalam membimbing saya dan banyak peserta didik lainnya. Di masa sekarang, saya bahkan sering merindukan kampus di kota dingin itu dan saat-saat kreatif di masa itu.”

__________________

 

Ambar Febriani

Ambar Febriani lahir di Banda Aceh, 03 Februari 1996. Menamatkan pendidikan S-1 di Program Studi Seni Teater dengan minat Penyutradaraan pada tahun 2018 di ISI Padangpanjang. Sebelum berkuliah di Prodi Seni Teater, Ambar adalah seorang gadis pemalu, sedikit bicara, yang berjalan dengan menundukkan kepala, dan tak punya keberanian untuk mengekspresikan diri. Jika tidak mengenyam kuliah di Prodi Seni Teater, barangkali sekarang Ambar tidak akan mampu bekerja di salah satu perusahaan internasional yang bergerak di bidang Family Hub di Bali.

“Pekerjaan yang saya geluti sekarang adalah menjadi guru play-school, event organizer, Kids Club attendant, pelatih drama anak-anak, dan performer. Semua itu saya yakini tidak terlepas dari apa yang telah saya pelajari dan dapatkan di Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang. Semoga Prodi Seni Teater tetap memelihara rasa kekeluargaan dan kekompakan seperti yang saya rasakan sewaktu saya berkuliah di sana dulu.”

__________________